Minggu, 18 Januari 2009

SOAL UAS TIK

1. Deskripsikan wilayah garapan / pokok-pokok Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP)


JAWAB :

Pengertian sistem informasi manajemen (SIM), yaitu merupakan penerapan sistem informasi di dalam tubuh organisasi guna mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen pada organisasi tersebut. SIM merupakan kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data sehingga tersaji informasi yang berguna bagi semua tingkatan manajemen organisasi tersebut.

Dengan demikian wilayah garapan atau pokok-pokok Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) adalah administrasi pendidikan itu sendiri, guna :

  • Meningkatkan kemampuan (manajerial dan administrasi pendidikan) dalam rangka standarisasi, pemantauan, evaluasi, meningkatkan kualitas perumusan kebijakan, pengambilan keputusan dan perencanaan pendidikan, atas dasar data dan informasi yang cepat dan akurat,
  • Terwujudnya sistem pangkalan data dan informasi sebagai sub sistem dari SIM Pendidikan DEPDIKNAS,
  • Melembaganya pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, sehingga terjamin adanya kesinambungan dalam pemeliharaan, pengoperasian dan pengembangan pendidikan.



2. Bagaimana proses penggunaan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan ?

JAWAB :

Proses penggunaan MSIP adalah :

  • Data dan informasi harus dioleh kedalam satu sistem informasi, agar data dan informasi tersebut memiliki makna dan dapat membantu membuat keputusan-keputusan. Suatu organisasi harus memiliki input data dan informasi yang baik, sehingga keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan tujuan organisasi. Data dan informasi yang baik tidak hanya harus akurat, valid dan mencukupi/lengkap, tetapi juga harus tepat waktu pada saat dibutuhkan.
  • Sebagai bentuk akuntabilitas dan pencitraan publik pengelolaan pendidikan, adanya SIMP bertujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, menganalisis, dan mempublikasikan informasi tersebut.
  • Salah satu hasil yang sangat penting dan strategis dari SIMP adalah dihasilkannya pemetaan sekolah secara akurat. Dengan bantuan program-program pengolah data modern dan perangkat lunak lain, pemetaan sekolah tidak hanya memetakan sekolah dari segi kualifikasi dan sebaran tetapi juga dari segi atribut atau kondisi sekolah.

Banyak pendapat mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan salah satu senjata persaingan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Hal ini tidak perlu diragukan lagi karena saat ini teknologi informasi telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan efesiensi aktivitas operasional lembaga pendidikan. Hampir disetiap lembaga pendidikan telah tampak fenomena bahwa yang menjadi kriteria pilihan masyarakat saat ini adalah lembaga pendidikan yang telah memiliki perangkat teknologi informasi yang sangat memadai dalam berbagai aktivitas operasional lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang mampu mengoperasionalkan manajemen sistem informasi pendidikan dengan baik akan meningkatkan mutu layanan pendidikan yang sekaligus akan menjadi lembaga pendidikan yang menjadi pilihan masyarakat.



3. Klasifikasikan kemudian deskripsikan jenis data yang biasa digunakan untuk kepentingan MSIP ?

JAWAB :

Klasifikasi dan deskripsi data :

  • Data dari pemerintah/birokrasi, yaitu Undang-undang, peratuaran, ketetapan/keputusan, edaran, anjuran, standar kurikulum, nomor statistik sekolah, nomor induk personil/pegawai (NIP), NUPTK (Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan), hasil monitoring/supervisi/audit,reward/bantuan/blok grant, standart-standart, penilaian/akreditasi, dan lain-lain.
  • Data pada sekolah/organisasi, yaitu data siswa, personil (guru dan staf administrasi), keuangan, komite/organisasi sekolah, barabg-barang inventaris/perlengkapan (barang tidak bergerak, tanah dan bangunan; barang-barang bergerak ; perabot, peralatan-peralatan teknis). Barang-barang non inventaris (habis pakai), bukti kerja sama/MoU, prestasi, pengembangan kurikulum dan silabus, tata tertib, perencanaan/strategi, keputusan/ketetapan intern, dan lain-lain.

Kedua kelas atau kelompok data tersebut merupakan data hidup (bertambah atau berkurang/berubah) harus diolah dari waktu ke waktu sehingga terjadi satu sistem informasi yang "berguna" yaitu SIMP pada organisasi tersebut, yang akan memudahkan pula dalam pengendalian/evaluasi dan diakses oleh pihak-pihak yang membutuhkan/stakeholders



4.Deskripsikan fungsi manajeman sistem informasi dalam kontek :

JAWAB :

  • Manajemen Data. Data adalah fakta-fakta mentah atau deskripsi-deskripsi dasar dari hal-hal, event, aktivitas, dan transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan, diklasifikasikan, diorganisasikan, pada gilirannya akan mampu menghasilkan informasi yang bermakna.
  • Monitoring. SIM merupakan "darah" yang mengalir dalam tubuh organisasi, berbekal Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang akurat dan konferhensif, akan memudahkan menejer atau pihak lain/stakeholders melakukan monitoring setiap waktu atau pada saat yang diperlukan.
  • Pengambilan Keputusan. Sistem informasi mampu menyediakan informasi kepada manajer yang harus membuat keputusan dalam situasi-situasi tertentu, mendukung pengambil keputusan dalam situasi yang tidak terstruktur dengan baik. Sistem ini disebut Decision Support System (DSS).
  • Evaluasi dan Penilaian. Suatu organisasi yang mampu menyajikan sisitem informasi yang memiliki makna, lengkap, akurat, akuntabel, akan mampu untuk dievaluasi/penilaian oleh organisasi sendiri (evaluasi diri), maupun oleh pihak-pihak lain/stekholders.
  • Pengontrol Kualitas. sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa garapan utama manajemen sistem informasi pendidikan adalah administrasi pendidikan itu sendiri, bila sekolah mampu memiliki sistem informasi yang handal, tentu akan mampu diimplementasikan terhadap pengontrol/pengendalian kualitas sekolah tersebut, karena Sistem Informasi Manajeman (SIM) diadakan dalam rangka standarisasi, pemantauan, evalusi, meningkatkan kualitas perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan perencanaan atas dasar sistem informasi yang akurat dan konprehensif.
  • Meningkatkan Daya Kompetensi. Ciri informasi yang berguna adalah akurat, lengkap, fleksibel, dapat dipercaya, berhubungan, mudah diakses, berdasarkan fakta, tepat waktu, dan tidak terkontaminasi. Disamping itu mudah dalam penyimpanan, pengambilan, analisis dan sharing data, sehingga organisasi tersebut akan mampu meningkatkan kompetensi dalam hal : berkomunikasi lebih cepat dan mudah, dapat memperluas kewenangan dan pengembangan organisasi, kemampuan dalam perencanaan dan pengembilan keputusan,
  • Pengembangan Kelembagaan (Misalnya Sekolah) : Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat memberikan peningkatan pelayanan kepada siswa dan orang tua siswa/stekholders, misalnya penyajian informasi tentang kemajuan belajar siswa secara cepat dan akurat. Semakin cepat informasi sampai kepada orang tua siswa/stekholders akan mempercepat perbaikan/pengendalian mutu pembelajaran dan mutu sekolah. Sistem Informasi Manajemen sebagai modal untuk bersaing secara profesional dan sehat dengan sekolah lain dalam upaya pengembangan sekolah.
  • Mengefektifkan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Lainnya. Mengoptimalisasikan proses-proses pengolahan data dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual, meningkatkan efektivitas dan efesiensi sumber daya manusia yang bekerja dalam kelompok, dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
  • Menyederhanakan Birokrasi. Sistem Informasi Manajemen (SIM), menyediakan komunikasi dalam/antar organisasi dengan cepat, SIM menyimpan informasi yang mudah diakses dengan prosedur yang simpel, SIM menyediakan fasilitas pengaksesan informasi yang sangat benyak diseluruh dunia dengan cepat dan mudah tanpa ada aturan harus melalui birokrasi tertentu.
  • Meningkatkan Efesiensi. Meningkatkan efesiensi sekaligus efektivitas, menyajikan informasi dengan jelas, mampu mengurangi beban kerja, mempercepat pekerjaan/pengetikan dan editing, pembiayaan menjadi lebih murah.
  • Membuat Perencanaan. Perencanaan yang baik tentang pengembangan/peningkatan ktika akan memulai sesuatu yang baru harus didukung/didahului oleh adanya data dan informasi, selain dari fenomena empirik dan renungan serta refleksi, semakin komprehensifnya informasi maka semakin baiklah perencanaan yang dibuat.
  • Umpan Balik. Dapat meningkatkan kreativitas, baik penyedia layanan sistem informasi dengan pengguna karena bisa mendapatkan feed back dari pengguna sistem informasi dengan lebih cepat. Adanya hubungan dua arah dari penyedia layanan manajemen informasi dengan pengguna informasi karena informasi akan lebih terintegrasi pada layanan menajemen informasi khususnya yang akan dijadikan pijakan dalam pengambilan keputusan.



5. Berikan penjelasan perbedaan manajemen sistem informasi pendidikan konvensional dengan berbasis komputer (modern), dalam kontek planning, actuating,innovating, organizing, staffing, controlling, representing, coordinating?

JAWAB :

terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian fungsi-fungsi manajemen :

  1. Planning adalah : Perencanaan
  2. Actuating adalah : action/realisasi kerja
  3. Directing adalah :Pengarahan
  4. Innovating adalah Peningkatan Perbaikan/inovasi
  5. Organizing adalah : Pengorganisasian
  6. Staffing adalah : Manajemen Kepegawaian, menyangkut deskripsi jabatan/keahlian,fungsi, wewenang dan tanggung jawab.
  7. Controlling adalah : Pengendalian
  8. Representing adalah : Sumbangan dengan tugas pimpinan antara lain, menghadiri/memimpin rapat, melakukan perjalanan, melakukan kontrak/hubungan dengan pihak lain.
  9. Coordinating adalah : Koordinasi/hubungan.

Perbedaan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan antara model yang konvensional dengan yang berbasis komputer/modern adalah :

  • Model Konvensional, adalah sistem informasi yang dikerjakan secara manual. Bila dikaitkan dengan situasi sekarang dimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi demikian dahsyat, maka kondisi dan kemampuan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan model konvensional adalah kebalikan dari model modern, sehingga fungsi-fungsi manajemen seperti planning, actuating, directing, innovating, staffing, controlling, refresenting, dan coordinating tidak akan semudah,sepraktis, seefektif dan seefesien pada penerapan model modern/berbasis komputer.
  • Model Berbasis Komputer (Modern). MSIP berbasis komputer atau Computer Based Information System (CBIS) adalah sebuah sistem informasi yang menggunakan komputer dan teknologi telekomunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang dikehendaki sehingga mampu melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi, menyediakan komunikasi dalam satu sekolah atau antar sekolah yang murah, akurat dan cepat, seperti :
  1. Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses
  2. Melakukan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah
  3. Meningkatkan efektivitas dan efesiensi pekerjaan
  4. Menyajikan informasi dengan jelas dan menggunakan pikiran
  5. Mengotomatiskan proses-proses pekerjaan, mempercepat pengetikan dan penyuntimngan
  6. Melaksanakan hal-hal tersebut di atas jauh lebih mudah bila dibandingkan secara manual.

Dengan demikian fungsi-fungsi manajemen pada lembaga pendidikan dapat berjalan dengan lancar, cepat, normal, akuntabel, akurat, memenuhi standarisasi dan relatif murah.

Berikut adalah infrastruktur dan arsitektur informasi model CBIS. Infrastruktur informasi terdiri dari fasilitas-fasilitas fisik, layanan dan manajemen yang mendukung semua sumber daya komputer dalam suatu lembaga/organisasi. Terdapat 5 komponen utama dari infrastruktur dimaksud, yaitu :

  1. Perangkat keras (hardware)
  2. Perangkat lunak (software)
  3. Fasilitas jaringan dan komunikasi (Networks and communication facilities) termasuk internet.
  4. Basis data (data base)

Informasi Manajemen Personal (Personalia Management Information) arsitektur informasi berbeda dengan arsitektur komputer yang menggambarkan kebutuhan perangkat keras dari sistem komputer. Arsitektur informasi adalah perencanaan terhadap kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh lembaga/organisasi dan bagaimana proses kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Dalam mempersiapkan arsitektur informasi perancang (designer) membutuhkan :

  1. Informasi-informasi perihal pendidikan
  2. Infrastruktur informasi. Informasi telah ada dan yang direncanakan sehingga mampu melengkapi informasi dalam rangka terus eksis berada dalam lingkungan sistem informasi pendidikan.



6. Untuk soal no. 6, silakan pilih salah satu!
Salah satu contoh penerapan manajemen sistem informasi pendidikan di sekolah adalah e-learning. Buatlah contoh sederhana penerapan program e-learning di sekolah dalam hal :

  1. Pembelajaran berpusat pada siswa (Student Centred Learning) atau SCL
  2. Pengembangan Perpustakaan Digital (Digital Library)
  3. Pengembangan Sumber Daya Guru atau Pegawai

JAWAB :

Salah satu konsep/bentuk pengembangan perpustakaan digital (digital Library) adalah :

  • Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dengan sistem tersebut adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk automasi perpustakaan
  • Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Cakupannnya antara lain : Pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, reserve, inter-library loan
  • Pengelolaan penerbitan berkala
  • Penyadiaan penerbitan berkala
  • Penyediaan katalog (OPAC) dan
  • Pengelolaan anggota

Penyedia teknologi informasi yang digunakan dalam layanan informasi referensi dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam bentuk digital yang dikemas dalam bentuk CD-ROM dan akses informasi ke jaringan luar (LAN, WAN, dan Internet).

Adapun peranan dari masing-masing layanan teknologi informasi adalah :
Peran CD-ROM :

  1. Mempercepat akses informasi multi media, baik itu berupa abstrak, indeks, maupun bahan full texs, dalam bentuk digital tanpa mengadakan hubungan ke komputer
  2. Media back up/cadangan data perpustakaan dan sarana koleksi referensi bagi perpustakaan lain.

Peran Internet :

  1. Untuk mengakses informasi multimedia dalam resource internet
  2. Sarana telekomunikasi dan distribusi informasi
  3. Untuk membuat homepage, penyebarluasan katalog dan informasi

Kamis, 25 Desember 2008

Pemimpin ideal menurut Alquran

Pemimpin Ideal Menurut Alquran
Oleh : Munawir.

Muqaddimah.
Dalam menyebutkan pemimpin, alquran menggunakan kata kata yang tidak sama. Khalifah, Imam, Malik, Ulil Amri, adalah beberapa istilah yang dipakai oleh Alquran dalam menyebutkan pemimpin. Tulisan ini akan mencoba mengeksplor istilah istilah tersebut di atas, dengan harapan kita dapat menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh Allah SWT lewat firman Nya tersebut.

Khalifah.
Kata Khalifah dalam bentuk Mufrod (tunggal), menurut Quraish Shihab dalam Membumikan Alquran, disebut oleh alquran sebanyak dua kali, yaitu dalam surat albaqoroh ayat 30, dan surat shad ayat 26. Sedangkan dalam bentuk jamak (plural), alquran menggunakan dua bentuk. Pertama kata khalaif, yang terulang sebanyak empat kali. Dan kata Khulafa’ yang ditulis sebanyak tiga kali. Semua kata kata tersebut berakar dari kata Khulafa’ yang pada awalnya berarti “ Di belakang “. Dari pengertian ini, kata Khalifah seringkali diartikan sebagaiPengganti “, karena yang menggantikan selalu berada atau datang di belakang, sesudah yang digantikannya, demikian tulis Quraish Shihab.
Untuk mengetahui lebih jelas makna Khalifah, surat albaqoroh dapat kita kemukakan sebagai data.

وإذ قال ربّك للملائكة إنّي جاعل في الأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبّح بحمدك ونقدّس لك قال إنّي أعلم ما لا تعلمون { البقرة (۲) : ۳۰}
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “ Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi. Mereka berkata : “ Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ? “. Tuhan berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui “. (QS Albaqoroh (2) : 30 )

Disamping surat albaqoroh, surat Shaad pun dapat kita sampaikan di sini sebagai data pula.


يا داوود إنّا جعلناك خليفة في الأرض فاحكم بين الناس بالحقّ ولا تتبع الهوى فيضلّك عن سبيل الله { صـ (۳۸) : ۲٦}
Hai Dawud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu Khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) diantara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. (QS. Shaad (38) : 26)

Seseorang yang akan menjadi Khalifah berdasarkan surat Albaqoroh (2) dan surat Shad (38) adalah mereka yang tidak membuat kerusakan di bumi, tidak menumpahkan darah, berbuat adil, dan tidak mengikuti hawa nafsu.
Tidak membuat kerusakan di bumi, tidak menumpahkan darah, berbuat adil, tidak mengikuti hawa nafsu adalah bagian dari sikap mental seseorang. Artinya, berdasarkan ayat ayat di atas, seorang pemimpin ideal sebaiknya adalah mereka yang memiliki sikap mental yang tersebut di atas.
Bagaimanakah dengan kecerdasan intelektual, apakah ikut berperan dalam menentukan idealitas seorang pemimpin ?
Masih dalam surat yang sama, surat Albaqoroh dan surat Shaad, Allah menginformasikan pada kita bahwa :
وعلّم آدم الأسماء كلّها ... { البقرة (۲) : ۳۱}
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama nama (benda benda) seluruhnya …. {QS. AlBaqoroh (2) 31}

وشددنا ملكه وأتيناه الحكمة وفصل الخطاب { صـ (۳۸) : ۲۰}
Dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. {QS. Shad (38) : 20}

Catatan kaki Alquran dan terjemahnya terbitan Mujamma’ Al Malik Fahd, Saudi Arabia menyebutkan bahwa Yang dimaksud hikmah di dalam surat Shaad di atas adalah kenabian, kesempurnaan ilmu, dan ketelitian amal perbuatan.
Dua ayat di atas yang masih berbicara tentang kepribadian nabi Adam dan Nabi Dawud sebagai Khalifah jelas sekali menegaskan akan kemampuan intelektualnnya. Dengan kata lain, pemimpin ideal menurut ayat ayat ini, disamping memiliki kemampuan emosional dan sikap mental yang baik, juga harus memiliki kecerdasan intelektual yang mumpuni.

Imam.
Kata Imam, menurut Al Tabrasi dalam kitab tafsirnya, seperti dikutip Quraish Shihab, mempunyai makna yang sama dengan Khalifah. Hanya saja, kata ini di pakai untuk makna keteladanan, karena ia berasal dari sebuah kata yang mengandung arti depan, yang berbeda dengan dengan kata Khalifah yang pada awalnya berarti belakang.
Kata Imam disebutkan oleh Alquran sebanyak tujuh kali dengan makna yang berbeda beda. Akan tetapi, kesemuanya itu bermuara pada satu makna sesuatu yang di tuju atau di teladani. Yang lebih mendekati pengertian yang sesuai dengan arti pemimpin adalah surat Albaqoroh (2) ayat 124, dan surat Al Furqon (25) ayat 74.

وإذابتلى إبراهيم ربّه بكامات فأتمّهنّ قال إنّي جاعلك للناس إماما قال ومن ذرّيتي قال لا ينال عهدي الظالمين { البقرة (۲) : ۱۲٤}
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman : “ Sesungguhnya aku akan menjadikanmu Imam bagi seluruh manusia “. Ibrahim berkata : “ (Dan saya mohon juga) dari keturunanku “. Allah berfirman : “ Janjiku (ini) tidak mengenai orang orang yang dzalim “. {QS. Albaqoroh (2) : 124}

والذين يقولون ربّنا هب لنا من أزواجنا وذرّيّاتنا قرّة أعين واجعلنا للمتّقين إماما { الفرقان (۲۵) : ۷٤}
Dan orang orang yang berkata : “ Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami Imam bagi orang orang yang bertaqwa. {QS. Al Furqon (25) : 74}

Dari gambaran dua ayat di atas, kita dapat satu pemahaman bahwa seorang Imam (pemimpin) terbiasa untuk meneruskan dan mewariskan kepemimpinannya kepada anak cucu. Istilah politik mengungkapkannya dengan sebutan Monarki.
Pada surat Albaqoroh ayat 124, nabi Ibrahim sebagai seorang Imam (pemimpin), ingin sekali meneruskan dan mewariskan kepemimpinannya kepada anak cucu. Hal itu dibuktikan dengan permohonannya kepada Alllah SWT dengan kalimat “ (Dan saya mohon juga) dari keturunanku “. Surat Alfurqon ayat 74 pun kelihatannya tidak jauh berbeda. Ayat itu berisi permohonan seseorang untuk melanggengkan kepemimpinannya kepada anak cucu dan golongannya sendiri. Hanya saja system monarki atau sumber dan pusat kepemimpinan yang selalu berkisar pada golongan golongan tertentu dan itu itu saja, nampaknya diberi syarat oleh Allah denganJanjiku (ini) tidak mengenai orang orang yang dzalim “. Ungkapan ini menunjukkan bahwa sifat dzalim atau tidak dapat berbuat adil merupakan watak yang tidak dimaui oleh Tuhan dalam melestarikan, melanggengkan dan atau merebut kepemimpinan.
Sebenarnya masih ada lagi istilah istilah alquran yang dapat kita masukkan ke dalam pengertian pemimpin, seperti Malik dan Ulul Amri. Untuk mengeksplor dua kata diatas, dibutuhkan penelitan yang lebih mendetail.

Natijah.
Dengan tidak mengurangi pemikiran yang berkembang di masyarakat dan teori teori kepemimpinan yang ada, ayat ayat alquran yang kami sampaikan dapat disimpulkan sebagai berikut :
Pertama, Pemimpin ideal menurut alquran adalah mereka yang memilki sikap emosional yang terkendali, sikap mental yang mapan, dan kecerdasan intelelektual yang mumpuni. Tidak berbuat kerusakan di bumi, tidak menumpahkan darah, berbuat adil, dan tidak menuruti hawa nafsu adalah ungkapan ungkapan alquran dalam menjabarkan hal tersebut.
Kedua, pemimpin ideal adalah seseorang yang terpilih tidak sekedar karena gen (keturunan), tetapi lebih banyak karena kemampuan diri sendiri, dan Kepemimpinan tidak dapat diturunkan kepada anak cucu.

Waalahu a’lam.